Workshop PTK tentang NSIN dan NPSN Tahun 2009

Workshop PTK tentang NSIN dan NPSN Tahun 2009

NISN (Nomor Induk Siswa Nasional) dan NPSN (Nomor Pokok Sekolah Nasional) adalah kode pengenal siswa dan sekolah yang bersifat unik dan pengelolaannya menerapkan sistem komputerisasi yang terpusat dan online. Tetapi Penerapan kode pengenal NISN dan NPSN selama ini masih belum ada standar yang baku. Ini menyebabkan rentan terjadinya data NISN dan NPSN ganda yang pada akhirnya tidak mampu menjadi pembeda utama bagi siswa dan sekolah se Indonesia. Akibat dari tidak adanya standarisasi ini, muncul kesulitan dalam proses manajemen pengeolaan data siswa dan data sekolah dalam skala nasional.

Hal ini disampaikan oleh Ibu Dra. Hasmi Dumbi, MPd. mewakili Kepala LPMP Gorontalo, dalam sambutannya sekaligus membuka secara resmi kegiatan Workshop PTK tentang NSIN dan NPSN yang dilaksanakan pada tanggal 8 dan 9 Desmber 2009 di New Rahmat Hotel Kota Gorontalo.

”makanya workshop ini sangat penting bagi kita untuk melakukan standarisasi kodifikasi NISN dan NPSN yang diterapkan di seluruh Indonesia”, harap Ibu Hasmi mengakhiri sambutannya.

Dalam kesempatan terpisah, Ketua Panitia Rudy Halalutu, SPsi. yang baru saja mengikuti PIM IV ini menjelaskan bahwa tujuan utama workshop adalah :

  • Mengidentifikasi setiap individu siswa (peserta didik) di seluruh sekolah se-Indonesia secara standar, konsisten dan berkesinambungan;
  • Sebagai pusat layanan sistem pengelolaan nomor induk siswa secara online bagi Unit-unit Kerja di Depdiknas, Dinas Pendidikan Daerah hingga Sekolah yang bersifat standar, terpadu dan akuntabel berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi terkini;
  • Sebagai sistim pendukung program Dapodik dalam pengembangan dan penerapan program-program perencanaan pendidikan, statistik pendidikan dan program pendidikan lainnya baik di tingkat pusat, propinsi, kota, kabupaten hingga sekolah, seperti: BOS (Bantuan Operasional Sekolah), Ujian Nasional, Pangkalan Data dan Informasi Pendidikan, Sistem Informasi Manajemen Sekolah hingga Beasiswa

“Adapun peserta yang kita undang sebanyak 100 orang kepala sekolah jenjang SD, SMP, SMA/SMK, MI, MTS dan MA,  berasal dari kabupaten/kota sepropinsi Gorontalo yang dibagi secara proporsiona”, pungkas Rudy.